Indonesia selalu melahirkan banyak kisah inspiratif dari pelaku usaha kecil dan menengah. Salah satunya adalah perjalanan Sri Mulyani, seorang perempuan tangguh asal Bogor, Jawa Barat, yang berhasil membangun dan mengelola rumah makan legendaris Bebek Goreng Pak Kumis. Kisah hidup beliau bukan hanya tentang perjuangan bisnis, tetapi juga kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup.
Sri Mulyani lahir di sebuah desa kecil di pinggiran Kota Bogor. Sejak kecil, ia sudah terbiasa bekerja dan membantu orang tua berjualan gorengan di pasar tradisional. Setelah menikah dengan Pak Kumis—begitu sapaan akrab suaminya—Sri Mulyani semakin bersemangat untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Mereka memulai usaha makanan sederhana di depan rumah pada tahun 2002 dengan modal seadanya.
Pada awalnya, menu yang dijual sangat sederhana, seperti nasi uduk, tahu goreng, dan tempe. Namun, sang suami yang gemar memasak, mencoba berinovasi dengan mengolah bebek goreng. Menu ini ternyata langsung menjadi favorit pelanggan karena rasanya yang gurih, daging yang empuk, serta sambal khas buatan Sri Mulyani yang pedasnya nagih.
Kesuksesan Bebek Goreng Pak Kumis tidak diraih dengan mudah. Beberapa tahun pertama, rumah makan ini kerap sepi pembeli. Uang hasil jualan kadang tidak cukup untuk menutupi pengeluaran sehari-hari. Namun, Sri Mulyani tidak menyerah. Ia dan keluarganya selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik serta menjaga kualitas makanan.
Ada beberapa faktor yang membuat Bebek Goreng Pak Kumis menjadi favorit di Bogor:
Berawal dari gerobak kecil, kini rumah makan Sri Mulyani sudah memiliki tempat yang lebih luas dan nyaman di kawasan Jl. Pajajaran, Bogor. Kapasitas ruang makan menampung hingga 60 pengunjung. Selain bebek goreng, menu andalan lain yang dirilis adalah bebek bakar madu, ayam kampung goreng, tumis kangkung, dan aneka lalapan segar.
Usaha ini juga banyak diliput media lokal maupun nasional. Bebek Goreng Pak Kumis kerap menjadi destinasi wisata kuliner para artis, pejabat, maupun wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Bogor.
Saat ini, Sri Mulyani telah memperkerjakan lebih dari 25 karyawan, kebanyakan adalah warga sekitar yang sebelumnya menganggur. Ia kerap berbagi ilmu dan semangat kepada para ibu rumah tangga di sekitarnya agar semangat membangun usaha kecil.
Tanpa dukungan keluarga, Sri Mulyani mengaku tidak bisa bertahan menjalankan usaha rumah makan ini. Anak-anak dan suaminya selalu membantu, baik di dapur, melayani tamu, hingga manajemen keuangan sederhana. Begitu pula dengan tetangga sekitar yang dilibatkan sebagai tenaga kerja, menciptakan rasa kekeluargaan yang kental dalam usaha ini.
Kisah hidup Sri Mulyani mengajarkan pentingnya keyakinan, ketekunan, dan kejujuran dalam berwirausaha. Ia selalu berpesan kepada siapa pun yang ingin terjun ke dunia kuliner agar:
Perjalanan hidup Sri Mulyani dan tumbuhnya Rumah Makan Bebek Goreng Pak Kumis di Bogor merupakan cermin kegigihan pelaku UMKM di Indonesia. Dengan ketulusan dan semangat pantang menyerah, ia berhasil membawa usaha kecil menjadi sumber penghidupan banyak orang sekaligus ikon kuliner lokal yang terkenal. Kisah ini membuktikan bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan niat baik, kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja, tak terkecuali oleh seorang ibu rumah tangga sederhana dari pinggiran Bogor.