Hesti Fadila, seorang wanita muda asal Bogor, Jawa Barat, memulai kisah suksesnya dari sebuah keputusan sederhana: menghidupkan kembali usaha kue putu keluarganya yang hampir punah. Kue putu, dengan ciri khas aroma pandan dan gula merah cair, adalah makanan tradisional Indonesia yang telah menemani masyarakat sejak dulu.
Di tahun 2012, Hesti merasakan bahwa semakin banyak generasi muda yang tidak mengenal kelezatan kue putu. Ia pun bertekad membawa kue putu kembali ke permukaan, dengan sentuhan kreatif dan teknologi yang dimilikinya.
Motivasi terbesar Hesti adalah ingin memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat luas serta menjaga warisan resep keluarganya. Namun, awalnya ia menghadapi banyak tantangan:
Namun, Hesti tidak mudah menyerah. Ia memulai dari gerobak kecil di pinggir jalan, dengan modal tabungan Rp2 juta, dibantu oleh ibunya yang ahli membuat putu sejak tahun 1980-an.
Pada tahun 2016, Hesti menghadirkan “Toko Putu Hesti” di kawasan Suryakencana, Bogor, yang menjadi titik balik usaha ini. Beberapa inovasi yang dilakukan antara lain:
Inovasi ini membuat kue putu semakin dikenal dan dicintai oleh anak-anak muda serta wisatawan yang berkunjung ke Bogor.
Di tahun 2018, omset Toko Kue Putu Hesti melonjak hingga Rp30 juta per bulan. Mulai dari satu gerobak, kini Hesti memiliki tiga cabang kecil yang tersebar di Bogor dan telah membuka lapangan pekerjaan bagi 20 orang. Tak hanya itu, kue putu Hesti sering dipesan untuk acara besar seperti pernikahan, ulang tahun, bahkan seminar di kampus-kampus.
Pengalaman berjuang di dunia bisnis memberikan pelajaran berharga bagi Hesti dalam hal ketekunan, inovasi, dan pentingnya menjaga kualitas produk. Hesti selalu memantau kualitas bahan baku, memastikan setiap putu yang dijual memiliki rasa dan aroma yang autentik.
Banyak yang bertanya apa rahasia sukses Hesti. Berikut beberapa hal yang selalu diterapkan di Toko Kue Putu Hesti:
Hesti percaya bahwa kepercayaan pelanggan adalah kunci utama keberlangsungan usaha.
Hesti juga aktif dalam komunitas UKM Bogor dan sering memberikan pelatihan tentang pemasaran makanan tradisional. Ia berbagi ilmu kepada ibu rumah tangga dan pemuda yang ingin membuka usaha kuliner. Toko Kue Putu Hesti menjadi tempat magang bagi mahasiswa kuliner dari berbagai universitas di Bogor.
Secara sosial, Hesti berupaya meningkatkan taraf hidup karyawan dan lingkungan sekitar. Ia mendonasikan sebagian keuntungan untuk pendidikan anak-anak yang kurang mampu dan program pembinaan lingkungan.
Kesuksesan Hesti diangkat dalam beberapa media lokal dan nasional. Ia pernah diundang sebagai narasumber di talkshow kuliner Trans7, serta meraih penghargaan UKM Teladan dari Dinas Pariwisata Kota Bogor.
Tahun 2023, Hesti mendapat apresiasi dari komunitas pengusaha muda dan menjadi inspirasi bagi banyak wanita lainnya di Bogor dan daerah lain.
Hesti berharap kue tradisional seperti putu tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Ia mengajak kaum muda untuk tidak malu menjadi pengusaha makanan tradisional, karena peluangnya sangat besar di era modern ini. Ia berpesan agar selalu menjaga kualitas dan pelayanan, serta berani berinovasi.
Alamat: Jl. Suryakencana No. 125, Bogor, Jawa Barat.
Jam buka: 09.00 - 21.00 WIB (setiap hari)
Instagram: @tokoputuhesti
Kisah sukses Hesti Fadila dan Toko Kue Putu di Bogor adalah bukti bahwa ketekunan, kreativitas, dan cinta terhadap produk lokal dapat membawa perubahan besar. Usaha sederhana dengan nilai-nilai tulus dapat tumbuh dan menginspirasi banyak orang. Kue putu kini bukan hanya makanan tradisional, tapi juga jembatan antara generasi dan fondasi bagi ekonomi lokal.
Semoga cerita Hesti Fadila menjadi penyemangat bagi siapa saja yang ingin memulai usaha dari hal kecil dan memajukan kuliner Indonesia!